Arief Rahmansyah

Saham untuk Pemula Part 3: Membaca Candlestick Saham

Di Part 2, kita sudah belajar bagaimana bursa saham bekerja. Sekarang saatnya belajar membaca grafik saham — skill yang wajib dimiliki setiap investor!

Grafik yang paling populer digunakan adalah grafik candlestick (atau grafik lilin). Kenapa disebut lilin? Karena bentuknya mirip lilin! Mari kita pelajari bersama.

Table of Contents

Sejarah Singkat Candlestick

Grafik candlestick ditemukan oleh pedagang beras Jepang bernama Munehisa Homma pada abad ke-18! Dia menggunakan pola-pola lilin ini untuk memprediksi harga beras di pasar Osaka.

Teknik ini kemudian diperkenalkan ke dunia Barat oleh Steve Nison pada tahun 1991 melalui bukunya “Japanese Candlestick Charting Techniques”. Sejak itu, candlestick menjadi standar dalam analisis teknikal saham di seluruh dunia.

Anatomi Sebuah Candlestick

Setiap candlestick mewakili pergerakan harga dalam satu periode waktu tertentu (bisa 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu, dll).

Ada 4 komponen penting dalam sebuah candlestick:

  1. Open (O) — Harga pembukaan periode
  2. High (H) — Harga tertinggi selama periode
  3. Low (L) — Harga terendah selama periode
  4. Close (C) — Harga penutupan periode

Keempat nilai ini sering disingkat OHLC.

Candlestick Bullish (Naik) - Warna Hijau

Ketika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, candlestick berwarna hijau. Ini menandakan pembeli lebih kuat dari penjual dalam periode tersebut.

High: 1200 Close: 1150 Open: 1000 Low: 950 Sumbu atas Badan Sumbu bawah

Candle Bullish (Naik)

Warna hijau menandakan harga naik dari pembukaan ke penutupan.

H
High (Tertinggi): 1200
Harga tertinggi yang dicapai dalam periode ini
O
Open (Pembukaan): 1000
Harga saat pasar dibuka (awal periode)
C
Close (Penutupan): 1150
Harga saat pasar ditutup (akhir periode)
L
Low (Terendah): 950
Harga terendah yang dicapai dalam periode ini
Kesimpulan: Harga naik dari 1000 ke 1150 (selisih +150). Pembeli lebih kuat dari penjual.

Candlestick Bearish (Turun) - Warna Merah

Ketika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, candlestick berwarna merah. Ini menandakan penjual lebih kuat dari pembeli.

High: 1200 Open: 1150 Close: 1000 Low: 950 Sumbu atas Badan Sumbu bawah

Candle Bearish (Turun)

Warna merah menandakan harga turun dari pembukaan ke penutupan.

H
High (Tertinggi): 1200
Harga tertinggi yang dicapai dalam periode ini
O
Open (Pembukaan): 1150
Harga saat pasar dibuka (awal periode)
C
Close (Penutupan): 1000
Harga saat pasar ditutup (akhir periode)
L
Low (Terendah): 950
Harga terendah yang dicapai dalam periode ini
Kesimpulan: Harga turun dari 1150 ke 1000 (selisih -150). Penjual lebih kuat dari pembeli.

Bagian-Bagian Candlestick

flowchart TB
    subgraph "Anatomi Candlestick"
        A[Sumbu Atas / Upper Shadow]
        B[Badan / Body]
        C[Sumbu Bawah / Lower Shadow]
    end

    A --> |"Menunjukkan"| D[Harga tertinggi yang dicapai]
    B --> |"Menunjukkan"| E[Rentang antara Open dan Close]
    C --> |"Menunjukkan"| F[Harga terendah yang dicapai]

1. Badan (Body)

Bagian tebal dari candlestick. Menunjukkan jarak antara harga pembukaan dan penutupan.

2. Sumbu / Shadow / Wick

Garis tipis di atas dan bawah badan.

Analogi: Bayangkan kamu sedang tawar-menawar di pasar. Harga awalnya Rp100.000 (Open). Penjual sempat minta Rp150.000 (High), kamu sempat nawar Rp80.000 (Low), dan akhirnya deal di Rp120.000 (Close). Candlestick merekam semua “drama” ini dalam satu gambar!

Contoh Grafik Candlestick

Mari kita lihat pergerakan harga saham BOGA (Bakso Pak Boga) selama seminggu:

Saham BOGA - Pergerakan Seminggu

Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Cara membaca:

Pola-Pola Candlestick Dasar

Ada banyak pola candlestick yang bisa membantu memprediksi pergerakan harga. Mari kita pelajari beberapa yang paling dasar:

1. Doji — Tanda Ketidakpastian

Doji terjadi ketika harga pembukaan dan penutupan hampir sama, sehingga badan candlestick sangat tipis atau bahkan tidak ada.

Arti: Pembeli dan penjual seimbang. Pasar sedang ragu-ragu mau ke arah mana. Sering muncul sebelum pembalikan arah (reversal).

Contoh Doji dalam Konteks

Doji
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Perhatikan hari ke-3: harga open dan close hampir sama (1040), menandakan keragu-raguan pasar. Setelah Doji, harga berbalik turun.

2. Hammer — Sinyal Pembalikan Naik

Hammer (palu) memiliki:

Arti: Muncul setelah trend turun. Menandakan pembeli mulai masuk dan potensi pembalikan ke atas.

Contoh Hammer setelah Downtrend

Hammer
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Perhatikan hari ke-3: setelah 2 hari turun, muncul Hammer dengan sumbu bawah panjang. Harga sempat turun ke 950, tapi pembeli masuk dan mendorong harga kembali ke 1010. Setelah itu, harga berbalik naik!

3. Inverted Hammer — Hammer Terbalik

Kebalikan dari Hammer:

Arti: Juga muncul setelah trend turun. Pembeli mencoba mendorong harga naik tapi belum berhasil sepenuhnya. Tetap sinyal potensi pembalikan naik.

Contoh Inverted Hammer

Inv. Hammer
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Hari ke-3 menunjukkan Inverted Hammer: pembeli mencoba mendorong harga naik ke 1050, walau akhirnya ditutup di 990. Namun ini sinyal awal bahwa pembeli mulai aktif, dan harga kemudian naik.

4. Shooting Star — Sinyal Pembalikan Turun

Mirip Inverted Hammer, tapi muncul setelah trend naik:

Arti: Pembeli sempat mendorong harga naik tinggi, tapi penjual mengambil alih dan menekan harga turun. Sinyal potensi pembalikan turun.

Contoh Shooting Star setelah Uptrend

Shooting Star
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Hari ke-3: setelah 2 hari naik, muncul Shooting Star. Harga sempat naik tinggi ke 1180, tapi penjual menekan kembali ke 1100. Ini sinyal bahwa momentum naik melemah, dan benar saja — harga kemudian turun.

5. Marubozu — Momentum Kuat

Marubozu adalah candlestick tanpa sumbu (atau sumbu sangat pendek). Open = Low dan Close = High (untuk bullish), atau sebaliknya (untuk bearish).

Arti: Momentum sangat kuat ke satu arah. Pembeli (hijau) atau penjual (merah) mendominasi total sepanjang periode.

Contoh Marubozu dalam Trend

Bullish Marubozu
Bearish Marubozu
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Hari ke-2 menunjukkan Bullish Marubozu: open = low (1010), close = high (1100). Pembeli mendominasi total! Sebaliknya, hari ke-4 menunjukkan Bearish Marubozu: open = high (1140), close = low (1050). Penjual mendominasi total.

Pola Candlestick Kombinasi

Beberapa pola terdiri dari 2 atau lebih candlestick:

1. Engulfing Pattern

Bullish Engulfing: Candle hijau “menelan” seluruh candle merah sebelumnya. Sinyal pembalikan naik.

Bearish Engulfing: Candle merah “menelan” seluruh candle hijau sebelumnya. Sinyal pembalikan turun.

Bullish Engulfing Pattern

Kecil
Menelan
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

2. Morning Star & Evening Star

Morning Star (3 candle):

  1. Candle merah panjang (trend turun)
  2. Candle kecil (doji atau spinning top) — jeda
  3. Candle hijau panjang (pembalikan naik)

Evening Star adalah kebalikannya — sinyal pembalikan turun.

Morning Star Pattern

Turun
Ragu
Naik
Naik (Bullish)
Turun (Bearish)

Tips Membaca Candlestick

1. Perhatikan Konteks

Pola candlestick harus dilihat dalam konteks trend sebelumnya. Hammer setelah trend turun adalah bullish, tapi Hammer di tengah trend naik mungkin tidak berarti apa-apa.

2. Konfirmasi dengan Volume

Volume tinggi + pola candlestick = sinyal lebih kuat. Volume rendah = sinyal lemah.

3. Gunakan Timeframe yang Sesuai

4. Jangan Hanya Mengandalkan Candlestick

Candlestick adalah salah satu alat analisis, bukan satu-satunya. Kombinasikan dengan:

Kelemahan Candlestick

Walaupun candlestick sangat populer dan membantu melihat trend harga secara visual, ada beberapa keterbatasan yang perlu kamu tahu:

  1. Signal Tidak Selalu Tepat:Pola-pola candlestick bisa memberikan false signal — artinya terlihat seperti sinyal arah harga, tapi kenyataannya harga malah bergerak berbeda. Ini bisa terjadi terutama di pasar yang volatile atau tidak tren jelas.
  2. Interpretasi Bisa Subjektif: Dua orang yang membaca grafik yang sama bisa saja menafsirkan pola berbeda. Tidak ada satu aturan baku yang cocok untuk semua situasi.
  3. Hanya Berdasarkan Harga Lampau: Candlestick didasarkan pada data harga yang sudah terjadi — mereka tidak tahu background di balik pergerakan harga itu (misalnya berita, laporan keuangan, atau kejadian ekonomi). Jadi, hanya candlestick saja tidak cukup untuk keputusan besar.
  4. Perlu Alat Lain untuk Konfirmasi: Mengandalkan candlestick saja bisa kurang akurat. Banyak trader dan investor menggabungkannya dengan indikator lain (mis. volume, moving average, support & resistance) supaya sinyal yang didapat lebih kuat.

Dalam dunia investasi, ada istilah DYOR, yaitu Do Your Own Research. Artinya, kamu harus melakukan riset sendiri untuk memutuskan apakah akan investasi atau tidak.

Latihan Membaca Candlestick

Sekarang saatnya latihan! Coba analisis grafik-grafik berikut sebelum melihat jawabannya.

Latihan 1: Pergerakan 1 Minggu

Naik (Bullish)
Turun (Bearish)
Klik untuk melihat analisis

Analisis:

  1. Senin-Rabu: Trend naik yang kuat (3 candle hijau berturut-turut)
  2. Kamis: Muncul candle merah dengan sumbu atas panjang — mirip Shooting Star! Ini sinyal potensi pembalikan.
  3. Jumat: Konfirmasi pembalikan — harga turun signifikan

Kesimpulan: Contoh klasik pembalikan trend dari naik ke turun. Shooting Star di hari Kamis memberikan sinyal awal bahwa momentum bullish melemah.

Latihan 2: Pergerakan 2 Minggu

Naik (Bullish)
Turun (Bearish)
Klik untuk melihat analisis

Analisis:

  1. Minggu 1 (W1-1 s/d W1-5): Trend turun yang konsisten (5 candle merah)
  2. W1-5: Muncul Hammer! Harga turun ke 2180 tapi ditutup naik di 2260. Sinyal potensi reversal.
  3. Minggu 2 (W2-1 s/d W2-5): Konfirmasi reversal — 5 candle hijau berturut-turut!

Kesimpulan: Pola klasik Hammer Reversal. Setelah downtrend panjang, Hammer di W1-5 menandakan pembeli mulai masuk. Minggu berikutnya harga rally signifikan dari 2260 ke 2600 (+15%).

Latihan 3: Pergerakan 1 Bulan

Naik (Bullish)
Turun (Bearish)
Klik untuk melihat analisis

Analisis:

  1. Minggu 1-2: Trend naik sehat dengan candle hijau berukuran normal
  2. Minggu 3: Muncul Doji / candle dengan body sangat kecil (open 5250, close 5260). Pasar ragu-ragu.
  3. Minggu 4: Ternyata buyer mengambil alih — harga lanjut naik dengan candle hijau besar

Kesimpulan: Tidak semua Doji berakhir dengan reversal! Dalam konteks uptrend yang sehat, Doji bisa jadi hanya “istirahat sejenak” sebelum melanjutkan naik. Perhatikan konfirmasi candle berikutnya.

Latihan 4: Pergerakan 3 Bulan

Naik (Bullish)
Turun (Bearish)
Klik untuk melihat analisis

Analisis:

  1. Januari: Trend naik kuat — 4 candle hijau berturut-turut. Harga naik dari 800 ke 940 (+17.5%)
  2. Februari: Trend berbalik turun — 4 candle merah. Harga turun dari 940 ke 860 (-8.5%)
  3. Maret minggu 1-2: Konsolidasi/sideways dengan volatilitas rendah
  4. Maret minggu 3-4: Breakout ke atas dengan 2 candle hijau besar!

Kesimpulan: Pola Uptrend → Correction → Consolidation → Continuation. Setelah rally Januari, harga terkoreksi di Februari, lalu konsolidasi di awal Maret sebelum melanjutkan naik. Ini pola sehat dalam uptrend jangka panjang.

Latihan 5: Pergerakan 6 Bulan dengan Pola Kompleks

Naik (Bullish)
Turun (Bearish)
Klik untuk melihat analisis

Analisis:

  1. Januari-Maret: Uptrend kuat selama 3 bulan. Harga naik dari 3000 ke 3480 (+16%)
  2. April: Bearish Engulfing! Candle merah besar dengan sumbu bawah panjang. Ini sinyal kuat reversal:
    • Open (3480) hampir sama dengan close bulan lalu
    • High (3600) membuat new high
    • Tapi close (3250) jauh di bawah open bulan lalu (3350)
  3. Mei-Juni: Konfirmasi downtrend — harga terus turun

Kesimpulan: Pola Bearish Engulfing di April adalah sinyal kuat pembalikan setelah uptrend 3 bulan. Investor yang mengenali pola ini bisa mengamankan profit atau mengurangi posisi sebelum penurunan lebih dalam.

Pelajaran penting: Semakin panjang timeframe (bulanan vs harian), semakin signifikan polanya. Bearish Engulfing di chart bulanan lebih “berat” daripada di chart harian.

Kesimpulan Part 3

Di artikel ini, kita sudah belajar:

  1. Anatomi candlestick: Open, High, Low, Close (OHLC)
  2. Warna candlestick: Hijau = naik (bullish), Merah = turun (bearish)
  3. Bagian candlestick: Badan (body) dan sumbu (shadow/wick)
  4. Pola dasar: Doji, Hammer, Shooting Star, Marubozu
  5. Pola kombinasi: Engulfing, Morning/Evening Star
  6. Tips: Perhatikan konteks, volume, timeframe, dan gunakan alat lain

Candlestick menunjukkan kemungkinan perubahan arah atau kekuatan tren, tapi bukan suatu kepastian. Selalu lihat pola dalam konteks tren yang lebih luas dan tunggu konfirmasi dari candle berikutnya atau volume yang mendukung pola itu.

Selanjutnya

Di Part 4, kita akan membahas Tips Memulai Investasi Saham. Kamu akan belajar langkah-langkah praktis untuk memulai perjalanan investasimu dengan aman.

Sampai jumpa di artikel berikutnya!


Seri Saham untuk Pemula:


Artikel ini ditulis dengan bantuan AI. Baca selengkapnya di sini.

#finance #investment #stock