Di Part 2, kita sudah belajar bagaimana bursa saham bekerja. Sekarang saatnya belajar membaca grafik saham — skill yang wajib dimiliki setiap investor!
Grafik yang paling populer digunakan adalah grafik candlestick (atau grafik lilin). Kenapa disebut lilin? Karena bentuknya mirip lilin! Mari kita pelajari bersama.
Grafik candlestick ditemukan oleh pedagang beras Jepang bernama Munehisa Homma pada abad ke-18! Dia menggunakan pola-pola lilin ini untuk memprediksi harga beras di pasar Osaka.
Teknik ini kemudian diperkenalkan ke dunia Barat oleh Steve Nison pada tahun 1991 melalui bukunya “Japanese Candlestick Charting Techniques”. Sejak itu, candlestick menjadi standar dalam analisis teknikal saham di seluruh dunia.
Setiap candlestick mewakili pergerakan harga dalam satu periode waktu tertentu (bisa 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu, dll).
Ada 4 komponen penting dalam sebuah candlestick:
Keempat nilai ini sering disingkat OHLC.
Ketika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, candlestick berwarna hijau. Ini menandakan pembeli lebih kuat dari penjual dalam periode tersebut.
Warna hijau menandakan harga naik dari pembukaan ke penutupan.
Ketika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, candlestick berwarna merah. Ini menandakan penjual lebih kuat dari pembeli.
Warna merah menandakan harga turun dari pembukaan ke penutupan.
flowchart TB
subgraph "Anatomi Candlestick"
A[Sumbu Atas / Upper Shadow]
B[Badan / Body]
C[Sumbu Bawah / Lower Shadow]
end
A --> |"Menunjukkan"| D[Harga tertinggi yang dicapai]
B --> |"Menunjukkan"| E[Rentang antara Open dan Close]
C --> |"Menunjukkan"| F[Harga terendah yang dicapai]
Bagian tebal dari candlestick. Menunjukkan jarak antara harga pembukaan dan penutupan.
Garis tipis di atas dan bawah badan.
Analogi: Bayangkan kamu sedang tawar-menawar di pasar. Harga awalnya Rp100.000 (Open). Penjual sempat minta Rp150.000 (High), kamu sempat nawar Rp80.000 (Low), dan akhirnya deal di Rp120.000 (Close). Candlestick merekam semua “drama” ini dalam satu gambar!
Mari kita lihat pergerakan harga saham BOGA (Bakso Pak Boga) selama seminggu:
Cara membaca:
Ada banyak pola candlestick yang bisa membantu memprediksi pergerakan harga. Mari kita pelajari beberapa yang paling dasar:
Doji terjadi ketika harga pembukaan dan penutupan hampir sama, sehingga badan candlestick sangat tipis atau bahkan tidak ada.
Arti: Pembeli dan penjual seimbang. Pasar sedang ragu-ragu mau ke arah mana. Sering muncul sebelum pembalikan arah (reversal).
Perhatikan hari ke-3: harga open dan close hampir sama (1040), menandakan keragu-raguan pasar. Setelah Doji, harga berbalik turun.
Hammer (palu) memiliki:
Arti: Muncul setelah trend turun. Menandakan pembeli mulai masuk dan potensi pembalikan ke atas.
Perhatikan hari ke-3: setelah 2 hari turun, muncul Hammer dengan sumbu bawah panjang. Harga sempat turun ke 950, tapi pembeli masuk dan mendorong harga kembali ke 1010. Setelah itu, harga berbalik naik!
Kebalikan dari Hammer:
Arti: Juga muncul setelah trend turun. Pembeli mencoba mendorong harga naik tapi belum berhasil sepenuhnya. Tetap sinyal potensi pembalikan naik.
Hari ke-3 menunjukkan Inverted Hammer: pembeli mencoba mendorong harga naik ke 1050, walau akhirnya ditutup di 990. Namun ini sinyal awal bahwa pembeli mulai aktif, dan harga kemudian naik.
Mirip Inverted Hammer, tapi muncul setelah trend naik:
Arti: Pembeli sempat mendorong harga naik tinggi, tapi penjual mengambil alih dan menekan harga turun. Sinyal potensi pembalikan turun.
Hari ke-3: setelah 2 hari naik, muncul Shooting Star. Harga sempat naik tinggi ke 1180, tapi penjual menekan kembali ke 1100. Ini sinyal bahwa momentum naik melemah, dan benar saja — harga kemudian turun.
Marubozu adalah candlestick tanpa sumbu (atau sumbu sangat pendek). Open = Low dan Close = High (untuk bullish), atau sebaliknya (untuk bearish).
Arti: Momentum sangat kuat ke satu arah. Pembeli (hijau) atau penjual (merah) mendominasi total sepanjang periode.
Hari ke-2 menunjukkan Bullish Marubozu: open = low (1010), close = high (1100). Pembeli mendominasi total! Sebaliknya, hari ke-4 menunjukkan Bearish Marubozu: open = high (1140), close = low (1050). Penjual mendominasi total.
Beberapa pola terdiri dari 2 atau lebih candlestick:
Bullish Engulfing: Candle hijau “menelan” seluruh candle merah sebelumnya. Sinyal pembalikan naik.
Bearish Engulfing: Candle merah “menelan” seluruh candle hijau sebelumnya. Sinyal pembalikan turun.
Morning Star (3 candle):
Evening Star adalah kebalikannya — sinyal pembalikan turun.
Pola candlestick harus dilihat dalam konteks trend sebelumnya. Hammer setelah trend turun adalah bullish, tapi Hammer di tengah trend naik mungkin tidak berarti apa-apa.
Volume tinggi + pola candlestick = sinyal lebih kuat. Volume rendah = sinyal lemah.
Candlestick adalah salah satu alat analisis, bukan satu-satunya. Kombinasikan dengan:
Walaupun candlestick sangat populer dan membantu melihat trend harga secara visual, ada beberapa keterbatasan yang perlu kamu tahu:
Dalam dunia investasi, ada istilah DYOR, yaitu Do Your Own Research. Artinya, kamu harus melakukan riset sendiri untuk memutuskan apakah akan investasi atau tidak.
Sekarang saatnya latihan! Coba analisis grafik-grafik berikut sebelum melihat jawabannya.
Analisis:
Kesimpulan: Contoh klasik pembalikan trend dari naik ke turun. Shooting Star di hari Kamis memberikan sinyal awal bahwa momentum bullish melemah.
Analisis:
Kesimpulan: Pola klasik Hammer Reversal. Setelah downtrend panjang, Hammer di W1-5 menandakan pembeli mulai masuk. Minggu berikutnya harga rally signifikan dari 2260 ke 2600 (+15%).
Analisis:
Kesimpulan: Tidak semua Doji berakhir dengan reversal! Dalam konteks uptrend yang sehat, Doji bisa jadi hanya “istirahat sejenak” sebelum melanjutkan naik. Perhatikan konfirmasi candle berikutnya.
Analisis:
Kesimpulan: Pola Uptrend → Correction → Consolidation → Continuation. Setelah rally Januari, harga terkoreksi di Februari, lalu konsolidasi di awal Maret sebelum melanjutkan naik. Ini pola sehat dalam uptrend jangka panjang.
Analisis:
Kesimpulan: Pola Bearish Engulfing di April adalah sinyal kuat pembalikan setelah uptrend 3 bulan. Investor yang mengenali pola ini bisa mengamankan profit atau mengurangi posisi sebelum penurunan lebih dalam.
Pelajaran penting: Semakin panjang timeframe (bulanan vs harian), semakin signifikan polanya. Bearish Engulfing di chart bulanan lebih “berat” daripada di chart harian.
Di artikel ini, kita sudah belajar:
Candlestick menunjukkan kemungkinan perubahan arah atau kekuatan tren, tapi bukan suatu kepastian. Selalu lihat pola dalam konteks tren yang lebih luas dan tunggu konfirmasi dari candle berikutnya atau volume yang mendukung pola itu.
Di Part 4, kita akan membahas Tips Memulai Investasi Saham. Kamu akan belajar langkah-langkah praktis untuk memulai perjalanan investasimu dengan aman.
Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Seri Saham untuk Pemula:
Artikel ini ditulis dengan bantuan AI. Baca selengkapnya di sini.