ariefrahmansyah.com
Deep DivesPart 38 min readJanuary 8, 2026
Cover image for Saham untuk Pemula Part 2: Cara Kerja Bursa Saham

Saham untuk Pemula Part 2: Cara Kerja Bursa Saham

Pelajari bagaimana bursa saham bekerja, proses jual-beli saham, peran broker, dan cara memulai investasi saham di Indonesia.

Deep Dive Series: Investment

Di Part 1, kita sudah belajar tentang apa itu saham. Pada artikel kedua ini kita akan mencoba menjawab pertanyaan: di mana kita bisa membeli saham? Dan bagaimana prosesnya?

Mari kita lanjutkan cerita Pak Boga dan teman-temannya!

Analogi: Pasar Tradisional vs Bursa Saham

Bayangkan kamu ingin membeli beras. Ke mana kamu pergi? Tentu ke pasar atau supermarket, kan? Di sana ada banyak penjual beras, dan kamu bisa membandingkan harga lalu memilih yang terbaik.

Bursa Saham bekerja dengan prinsip yang sama! Bursa saham adalah "pasar" tempat jual-beli saham terjadi. Di Indonesia, bursa saham kita bernama Bursa Efek Indonesia (BEI) atau dalam bahasa Inggris disebut Indonesia Stock Exchange (IDX).

Perjalanan Warung Bakso Pak Boga ke Bursa

Ingat warung bakso Pak Boga? Setelah sukses dengan 10 cabang, Pak Boga bermimpi lebih besar lagi: dia ingin membuka 100 cabang di seluruh Indonesia!

Untuk itu, Pak Boga membutuhkan modal yang sangat besar. Dia memutuskan untuk "go public" โ€” artinya menjual sahamnya ke masyarakat umum melalui bursa saham.

Proses Go Public (IPO)

Proses ini disebut Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana. Begini langkah-langkahnya:

  1. Menyewa Penjamin Emisi (Underwriter): Pak Boga butuh bantuan bank investasi untuk mengurus proses IPO
  2. Audit: Keuangan dan legalitas perusahaan diperiksa
  3. Pendaftaran ke OJK: Otoritas Jasa Keuangan harus menyetujui
  4. IPO: Saham dijual pertama kali ke masyarakat
  5. Tercatat di BEI: Setelah IPO, saham "Bakso Boga" (kode: BOGA) tercatat di bursa
  6. Perdagangan: Siapapun bisa membeli dan menjual saham BOGA

Pasar Primer vs Pasar Sekunder

Ada dua jenis "pasar" dalam dunia saham:

Pasar Primer (Primary Market)

Ini adalah saat IPO terjadi. Investor membeli saham langsung dari perusahaan untuk pertama kalinya.

Contoh: Saat IPO, Pak Boga menjual 1 juta lembar saham baru ke publik dengan harga Rp1.000 per lembar. Uang Rp1 miliar dari penjualan ini masuk langsung ke kas perusahaan Bakso Boga.

Pasar Sekunder (Secondary Market)

Setelah IPO, investor bisa menjual sahamnya ke investor lain. Inilah yang disebut pasar sekunder โ€” dan inilah aktivitas yang terjadi setiap hari di Bursa Efek Indonesia.

Contoh: Mas Dana membeli 100 lembar saham BOGA saat IPO di harga Rp1.000. Setahun kemudian, Mas Dana ingin menjual sahamnya. Bu Tekno tertarik membeli. Transaksi terjadi di bursa dengan harga yang disepakati, misalnya Rp1.500 per lembar.

Perbedaan penting:

Peran Broker (Perantara)

Kamu tidak bisa langsung datang ke Bursa Efek Indonesia dan bilang "Saya mau beli saham BOGA!". Kamu butuh broker atau perusahaan sekuritas sebagai perantara.

Apa Itu Broker?

Broker adalah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan transaksi jual-beli saham di bursa atas nama nasabahnya.

Analogi: Kalau bursa saham adalah pasar ikan di pelabuhan, broker adalah pedagang ikan yang punya akses ke pasar itu. Kamu (investor) tidak boleh masuk langsung ke pasar, tapi kamu bisa minta pedagang ikan untuk membelikan ikan untukmu.

Mengapa Kita Perlu Broker?

Karena investor individu tidak bisa langsung masuk ke bursa untuk mengeksekusi order sendiri. Hanya perusahaan yang memiliki izin yang bisa melakukan transaksi saham di bursa atas nama nasabahnya (investor individu). Broker juga berperan penting untuk menjaga keamanan transaksi dengan mencatat dan melaporkannya sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Broker Populer di Indonesia

Beberapa perusahaan sekuritas yang populer di Indonesia:

Cara Daftar dan Mulai Investasi

  1. Download aplikasi broker pilihanmu
  2. Daftar akun dengan email dan nomor HP
  3. Verifikasi identitas (KTP, selfie, tanda tangan)
  4. Buka Rekening Dana Nasabah (RDN) โ€” rekening khusus untuk transaksi saham
  5. Deposit dana ke RDN
  6. Mulai bertransaksi!

Proses Jual-Beli Saham

Mari kita lihat bagaimana Mbak Sari membeli saham BOGA:

Langkah 1: Membuka Aplikasi dan Mencari Saham

Mbak Sari membuka aplikasi broker-nya dan mencari saham dengan kode BOGA.

Langkah 2: Melihat Informasi Saham

Di layar, Mbak Sari melihat informasi penting:

Langkah 3: Memasukkan Order

Mbak Sari ingin membeli 10 lot saham BOGA.

Apa itu lot? Di Indonesia, saham dijual dalam satuan lot. 1 lot = 100 lembar saham.

Jadi, 10 lot = 1.000 lembar saham.

Total pembelian: 1.000 lembar ร— Rp1.500 = Rp1.500.000

Langkah 4: Order Matching

Sistem bursa akan mencocokkan order beli Mbak Sari dengan order jual dari investor lain yang mau menjual di harga yang sama. Kalau cocok, transaksi berhasil!

Contoh di atas adalah contoh mekanisme order matching yang sederhana. Ada banyak mekanisme order matching lainnya yang lebih sophisticated yang digunakan di bursa saham Indonesia, diantaranya:

Langkah 5: Settlement (Penyelesaian)

Di Indonesia, settlement saham menggunakan sistem T+2, artinya:

Jadi, kalau Mbak Sari beli saham hari Senin, uangnya akan terdebet dan sahamnya akan masuk ke portofolio pada hari Rabu.

Jam Perdagangan Bursa

Bursa Efek Indonesia buka pada hari Senin - Jumat (kecuali hari libur nasional):

SesiWaktuKeterangan
Pra-pembukaan08:45 - 08:59Input order, belum ada transaksi
Sesi 109:00 - 12:00Perdagangan aktif
Istirahat12:00 - 13:30Bursa tutup sementara
Sesi 213:30 - 15.49Perdagangan aktif
Pra-penutupan15.50 - 15.59Penentuan harga penutupan

Catatan: Pada hari Jumat, sesi 2 dimulai lebih telat (14:00) karena waktu istirahat lebih panjang untuk sholat Jumat.

Biaya-Biaya dalam Transaksi Saham

Ketika bertransaksi saham, ada beberapa biaya yang perlu kamu ketahui:

1. Komisi Broker (Fee)

Broker mengenakan fee untuk setiap transaksi. Biasanya berkisar 0.1% - 0.3% dari nilai transaksi.

Contoh: Mbak Sari beli saham Rp1.500.000 dengan fee 0.15%

2. Fee Jual Lebih Tinggi

Fee jual biasanya lebih tinggi karena ada tambahan pajak penjualan saham sebesar 0.1%.

Contoh: Fee jual 0.25% (0.15% komisi + 0.1% pajak)

3. PPN atas Komisi

Komisi broker juga dikenakan PPN 11%, tapi biasanya sudah termasuk dalam fee yang diiklankan.

Istilah-Istilah Penting

Beberapa istilah yang akan sering kamu temui:

IstilahArti
BidHarga tertinggi yang mau dibayar pembeli
Ask/OfferHarga terendah yang diminta penjual
SpreadSelisih antara bid dan ask
VolumeJumlah saham yang diperdagangkan
LotSatuan pembelian saham (1 lot = 100 lembar)
IHSGIndeks Harga Saham Gabungan (indeks utama BEI)
Blue chipSaham perusahaan besar dan mapan
GorenganSaham yang harganya dimanipulasi (hati-hati!)
CutlossMenjual saham rugi untuk membatasi kerugian
Average downMembeli saham lagi saat harga turun
Take profitMenjual saham saat sudah untung

Kesimpulan Part 2

Di artikel ini, kita sudah belajar:

  1. Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat jual-beli saham di Indonesia
  2. Ada pasar primer (IPO) dan pasar sekunder (perdagangan harian)
  3. Kamu butuh broker untuk bertransaksi saham
  4. Proses beli saham: buka akun โ†’ deposit โ†’ order โ†’ matching โ†’ settlement (T+2)
  5. Jam bursa: Senin-Jumat, 09:00-15:00 (dengan istirahat siang)
  6. Ada biaya transaksi: komisi broker + pajak jual

Selanjutnya

Di Part 3, kita akan belajar hal yang sangat penting: Manajemen Risiko.

Sampai jumpa di artikel berikutnya!


This post is written/assisted by AI and reviewed by human. Read more about it here.

#investment#stock#finance