Di Part 1, kita sudah belajar tentang apa itu saham. Pada artikel kedua ini kita akan mencoba menjawab pertanyaan: di mana kita bisa membeli saham? Dan bagaimana prosesnya?
Mari kita lanjutkan cerita Pak Boga dan teman-temannya!
Analogi: Pasar Tradisional vs Bursa Saham
Bayangkan kamu ingin membeli beras. Ke mana kamu pergi? Tentu ke pasar atau supermarket, kan? Di sana ada banyak penjual beras, dan kamu bisa membandingkan harga lalu memilih yang terbaik.
Bursa Saham bekerja dengan prinsip yang sama! Bursa saham adalah "pasar" tempat jual-beli saham terjadi. Di Indonesia, bursa saham kita bernama Bursa Efek Indonesia (BEI) atau dalam bahasa Inggris disebut Indonesia Stock Exchange (IDX).
Perjalanan Warung Bakso Pak Boga ke Bursa
Ingat warung bakso Pak Boga? Setelah sukses dengan 10 cabang, Pak Boga bermimpi lebih besar lagi: dia ingin membuka 100 cabang di seluruh Indonesia!
Untuk itu, Pak Boga membutuhkan modal yang sangat besar. Dia memutuskan untuk "go public" โ artinya menjual sahamnya ke masyarakat umum melalui bursa saham.
Proses Go Public (IPO)
Proses ini disebut Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana. Begini langkah-langkahnya:
- Menyewa Penjamin Emisi (Underwriter): Pak Boga butuh bantuan bank investasi untuk mengurus proses IPO
- Audit: Keuangan dan legalitas perusahaan diperiksa
- Pendaftaran ke OJK: Otoritas Jasa Keuangan harus menyetujui
- IPO: Saham dijual pertama kali ke masyarakat
- Tercatat di BEI: Setelah IPO, saham "Bakso Boga" (kode: BOGA) tercatat di bursa
- Perdagangan: Siapapun bisa membeli dan menjual saham BOGA
Pasar Primer vs Pasar Sekunder
Ada dua jenis "pasar" dalam dunia saham:
Pasar Primer (Primary Market)
Ini adalah saat IPO terjadi. Investor membeli saham langsung dari perusahaan untuk pertama kalinya.
Contoh: Saat IPO, Pak Boga menjual 1 juta lembar saham baru ke publik dengan harga Rp1.000 per lembar. Uang Rp1 miliar dari penjualan ini masuk langsung ke kas perusahaan Bakso Boga.
Pasar Sekunder (Secondary Market)
Setelah IPO, investor bisa menjual sahamnya ke investor lain. Inilah yang disebut pasar sekunder โ dan inilah aktivitas yang terjadi setiap hari di Bursa Efek Indonesia.
Contoh: Mas Dana membeli 100 lembar saham BOGA saat IPO di harga Rp1.000. Setahun kemudian, Mas Dana ingin menjual sahamnya. Bu Tekno tertarik membeli. Transaksi terjadi di bursa dengan harga yang disepakati, misalnya Rp1.500 per lembar.
Perbedaan penting:
- Di pasar primer, uang masuk ke perusahaan
- Di pasar sekunder, uang masuk ke penjual saham (investor lain)
Peran Broker (Perantara)
Kamu tidak bisa langsung datang ke Bursa Efek Indonesia dan bilang "Saya mau beli saham BOGA!". Kamu butuh broker atau perusahaan sekuritas sebagai perantara.
Apa Itu Broker?
Broker adalah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan transaksi jual-beli saham di bursa atas nama nasabahnya.
Analogi: Kalau bursa saham adalah pasar ikan di pelabuhan, broker adalah pedagang ikan yang punya akses ke pasar itu. Kamu (investor) tidak boleh masuk langsung ke pasar, tapi kamu bisa minta pedagang ikan untuk membelikan ikan untukmu.
Mengapa Kita Perlu Broker?
Karena investor individu tidak bisa langsung masuk ke bursa untuk mengeksekusi order sendiri. Hanya perusahaan yang memiliki izin yang bisa melakukan transaksi saham di bursa atas nama nasabahnya (investor individu). Broker juga berperan penting untuk menjaga keamanan transaksi dengan mencatat dan melaporkannya sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Broker Populer di Indonesia
Beberapa perusahaan sekuritas yang populer di Indonesia:
- Stockbit (PT Stockbit Sekuritas Indonesia)
- Bibit (melalui PT Bibit Sekuritas Indonesia)
- IPOT (PT Indo Premier Sekuritas)
- Ajaib (PT Ajaib Sekuritas Asia)
- BCA Sekuritas
- Mandiri Sekuritas
- Dan masih banyak lagi
Cara Daftar dan Mulai Investasi
- Download aplikasi broker pilihanmu
- Daftar akun dengan email dan nomor HP
- Verifikasi identitas (KTP, selfie, tanda tangan)
- Buka Rekening Dana Nasabah (RDN) โ rekening khusus untuk transaksi saham
- Deposit dana ke RDN
- Mulai bertransaksi!
Proses Jual-Beli Saham
Mari kita lihat bagaimana Mbak Sari membeli saham BOGA:
Langkah 1: Membuka Aplikasi dan Mencari Saham
Mbak Sari membuka aplikasi broker-nya dan mencari saham dengan kode BOGA.
Langkah 2: Melihat Informasi Saham
Di layar, Mbak Sari melihat informasi penting:
- Harga terakhir: Rp1.500
- Bid (Harga beli tertinggi): Rp1.495
- Ask/Offer (Harga jual terendah): Rp1.500
- Volume: 50.000 lembar (jumlah saham yang diperdagangkan hari ini)
Langkah 3: Memasukkan Order
Mbak Sari ingin membeli 10 lot saham BOGA.
Apa itu lot? Di Indonesia, saham dijual dalam satuan lot. 1 lot = 100 lembar saham.
Jadi, 10 lot = 1.000 lembar saham.
Total pembelian: 1.000 lembar ร Rp1.500 = Rp1.500.000
Langkah 4: Order Matching
Sistem bursa akan mencocokkan order beli Mbak Sari dengan order jual dari investor lain yang mau menjual di harga yang sama. Kalau cocok, transaksi berhasil!
Contoh di atas adalah contoh mekanisme order matching yang sederhana. Ada banyak mekanisme order matching lainnya yang lebih sophisticated yang digunakan di bursa saham Indonesia, diantaranya:
- Continuous Order Matching -- Ini adalah cara yang terjadi sepanjang jam perdagangan normal:
- Sistem bursa menyimpan buku order yang terdiri dari semua order beli (bid) dan jual (ask).
- Setiap kali ada order yang cocok antara bid tertinggi dan ask terendah, transaksi terjadi otomatis.
- Prioritas matching didasarkan pada harga terbaik terlebih dahulu, kemudian waktu masuknya order jika harga sama.
- ๐ Mirip antrian di pasar: pembeli yang siap bayar harga tertinggi ketemu penjual yang paling โmurahโ.
- Auction Matching -- Pada Pembukaan dan Penutupan:
- Bursa juga melakukan โlelang hargaโ pada momen tertentu seperti sebelum pasar buka dan saat penutupan:
- Sistem mengumpulkan semua order dari investor (baik beli maupun jual)
- Kemudian menentukan harga tunggal yang menghasilkan volume transaksi terbesar jika semua order itu dieksekusi di harga tersebut.
- Ketika harga ini ditentukan, semua transaksi otomatis terjadi di harga itu sekaligus.
- ๐ Mirip sebelum pasar dibuka, semua pembeli dan penjual menawar harga mereka terlebih dahulu, lalu diputuskan satu harga terbaik untuk mengawali perdagangan.
- Market Order Matching -- Beli/jual saham sekarang juga di harga terbaik yang tersedia. Cepat, tapi harga bisa sedikit berubah dari yang terlihat saat kamu memasukkan order.
- Limit Order Matching -- Kamu tentukan harga maksimum (untuk beli) atau minimum (untuk jual). Order ini hanya akan dieksekusi jika bursa menemukan matching yang memenuhi target hargamu.
- Trigger Order Matching -- Ada trigger order seperti take profit atau stop-loss yang baru aktif ketika harga mencapai level tertentu.
Langkah 5: Settlement (Penyelesaian)
Di Indonesia, settlement saham menggunakan sistem T+2, artinya:
- T (Transaction day): Hari transaksi
- +2: 2 hari kerja setelahnya
Jadi, kalau Mbak Sari beli saham hari Senin, uangnya akan terdebet dan sahamnya akan masuk ke portofolio pada hari Rabu.
Jam Perdagangan Bursa
Bursa Efek Indonesia buka pada hari Senin - Jumat (kecuali hari libur nasional):
| Sesi | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Pra-pembukaan | 08:45 - 08:59 | Input order, belum ada transaksi |
| Sesi 1 | 09:00 - 12:00 | Perdagangan aktif |
| Istirahat | 12:00 - 13:30 | Bursa tutup sementara |
| Sesi 2 | 13:30 - 15.49 | Perdagangan aktif |
| Pra-penutupan | 15.50 - 15.59 | Penentuan harga penutupan |
Catatan: Pada hari Jumat, sesi 2 dimulai lebih telat (14:00) karena waktu istirahat lebih panjang untuk sholat Jumat.
Biaya-Biaya dalam Transaksi Saham
Ketika bertransaksi saham, ada beberapa biaya yang perlu kamu ketahui:
1. Komisi Broker (Fee)
Broker mengenakan fee untuk setiap transaksi. Biasanya berkisar 0.1% - 0.3% dari nilai transaksi.
Contoh: Mbak Sari beli saham Rp1.500.000 dengan fee 0.15%
- Fee beli: Rp1.500.000 ร 0.15% = Rp2.250
2. Fee Jual Lebih Tinggi
Fee jual biasanya lebih tinggi karena ada tambahan pajak penjualan saham sebesar 0.1%.
Contoh: Fee jual 0.25% (0.15% komisi + 0.1% pajak)
- Kalau jual Rp1.500.000: Rp1.500.000 ร 0.25% = Rp3.750
3. PPN atas Komisi
Komisi broker juga dikenakan PPN 11%, tapi biasanya sudah termasuk dalam fee yang diiklankan.
Istilah-Istilah Penting
Beberapa istilah yang akan sering kamu temui:
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bid | Harga tertinggi yang mau dibayar pembeli |
| Ask/Offer | Harga terendah yang diminta penjual |
| Spread | Selisih antara bid dan ask |
| Volume | Jumlah saham yang diperdagangkan |
| Lot | Satuan pembelian saham (1 lot = 100 lembar) |
| IHSG | Indeks Harga Saham Gabungan (indeks utama BEI) |
| Blue chip | Saham perusahaan besar dan mapan |
| Gorengan | Saham yang harganya dimanipulasi (hati-hati!) |
| Cutloss | Menjual saham rugi untuk membatasi kerugian |
| Average down | Membeli saham lagi saat harga turun |
| Take profit | Menjual saham saat sudah untung |
Kesimpulan Part 2
Di artikel ini, kita sudah belajar:
- Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat jual-beli saham di Indonesia
- Ada pasar primer (IPO) dan pasar sekunder (perdagangan harian)
- Kamu butuh broker untuk bertransaksi saham
- Proses beli saham: buka akun โ deposit โ order โ matching โ settlement (T+2)
- Jam bursa: Senin-Jumat, 09:00-15:00 (dengan istirahat siang)
- Ada biaya transaksi: komisi broker + pajak jual
Selanjutnya
Di Part 3, kita akan belajar hal yang sangat penting: Manajemen Risiko.
Sampai jumpa di artikel berikutnya!
This post is written/assisted by AI and reviewed by human. Read more about it here.
